~ Langit Malam ~
Kau naungi jiwaku
dalam kelam
saat ku nikmati dengan kesendirian .
Jauh rasaku
menyatu denganya
di hamparan yang kau suguhkan
Aku
berharap ada sebuah angan
yang menyatu dalam ruang mimpiku .
Dan membawakan kidung nyanyian sang malam
...
yang menyatu dalam jiwaku .
Cakrawalamu hanyutkan hatiku
di saat semua harus ku nikmati
tanpa senyummu yang menghiasi
dalam jiwaku .
Sajian sinarmu tiada berpijar
dan kini seperti
apa yang ku rasakan
redup tanpa senyuman .
~ Aku Dan Malam ~
Tirai kesunyian
telah bertandang
menghadirkan lukisan kelam
pada sang remang
malam .
Saat raga dalam buaian
hanya berpeluk dengan bayangan
di hamparan muara kebisuan .
Segengam rindu telah tersusun
...
untuk ku simpan dalam lenaku
dengan letih netra menyapa
di
endapan sang mimpi malam
kidung asmara bertalu
sajikan irama
mendayu
dalam altar kelambu bisu .
Saat nafas ini
berhembus
hanya ku bisa meraih angan
tentangmu
Agar dalam
bingkai malam
jiwaku menyatu bersama bayangmu
ku coba meraih
dalam hampanya
namun tabis sunyi hanya tersenyum mesra .
Ia
terus mengoda menyajikan kenangan dalam hayalan .
Aku dan malam
adalah
cerita dalam kebisuan
Yang hanya bersandar dalam
buaian
di saat semua jauh dalam gengaman.
TUHAN
Ya Allah…
Dimanakah ku harus berlabuh…
Saat semua dermaga menutup pintu,
Dan berkata “ ini bukan untukmu…”
“Segara menjauh karna disini bukan tempatmu….!!!”
Ya Allah…
Katakan padaku, dermaga untukku berlabuh…???
Agar ku segera
menghela nafas kehidupan yang baru.
Sampai kapan ku harus arungi
waktu,..
... Ku lelah Menunggu suatu yang tak pasti walau
hanya Satu,..
Ya Allah …
Beri aku penerang jalan-Mu
Agar tak tersesat saat ku melaju,..
Kuatkan awak kapalku,
Saat
badai menghalangi jalanku
Ya Allah …
Tetaplah disisiku,
Jangan Engkau menjauh dariku…
Karna ku mati tanpa hadir-Mu..
-AKU BUKAN MAYAT..
Diantara rindu
yang memaksa,aku tersedak dalam hasrat
Diantara jerit ingin
yang mengerat,aku hampir saja mengikat erat-erat
Aku rindu
hangat,sungguh bukan yang sesaat
Sungguh aku bukan malaikat
yang sesat
... Sungguh cintamu menjerat
Aku sekarat
Aku sekarat
Sungguh rinduku padamu semakin lama semakin
berkarat
Karena sungguh cintaku padamu tak bersyarat,meski
kadang hatiku tersayat
Aku tetap mencintaimu sampai hari
kiamat..
-Arie Satria Pratama..
terttgggggsek-Untukmu..
Kutatap bayangmu dalam
lamunanku,
Rasanya usai ku berlalu,
Mengubur rasa yang tersisa,
Adalah ketidakberdayaan,
Memeluk rindu adalah pilu,
Mengais kasih adalah sunyi,
Pada tebing tinggi,
...
Jiwa di keabadian,
Usai sudah langkahku,
Pada kekokohan
diri,
Pada keyakinan hati yang tercabik,
Pada kepercayaan yang
tersia,
Biar waktu mengalirkan resahku,
Membentuk anak
sungai diharibaanku,
Tempatku bermuara di kefanaan,
Tempatku
bernaung di kehampaan,
Aku tak kan susuri hatiku,
Cukuplah
ketiadaberdayaan ini,
Menggilasku dalam dentuman waktu,
Dalam
bisingnya keramaian,
Aku kan beranjak pergi,
Dari hati yang
tiada di kekuatan,
Aku kan berlalu,
Dihati yang bukan millikku,
Mungkin aku adalah kekerdilan,
Diantara egoku yang kosong,
Diantara keyakinan yang rapuh,
Yang tak memiliki apapun lagi,
Percikan senyummu diatas getirku,
Saat kau tak tahu siapa diriku,
Saat kau samar mengenalku,
Saat kau bimbang dengan cintamu,
Namun hati ini kan bersemi,
Menyimpan dirimu dalam cintaku,
Yang tiada terpahami,
Dan tiada pula kumengerti,
Bersatulah dirimu dalam keyakinanmu,
Tepikanlah diriku dijalanmu,
Jangan kau pandang getirnya hatiku,
Menyembunyikan semua rasaku,
Bahagiamu adalah kasih yang abadi,
Ketulusanmu adalah cinta
yang suci,
Kasihmu kan selalu bersemi dihati,
Mengiringi di
setiap waktuku yang tersisa.
-Arie Satria Pratama..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar