terpuruk tiada dalam kamusku selalu mencoba, punya harapan hari berlalu datang rintangan baru berikan senyuman semua tantangan :)

Jumat, 15 Februari 2013

puisiku

~ Langit Malam ~

Kau naungi jiwaku dalam kelam
saat ku nikmati dengan kesendirian .
Jauh rasaku menyatu denganya
di hamparan yang kau suguhkan

Aku berharap ada sebuah angan
yang menyatu dalam ruang mimpiku .
Dan membawakan kidung nyanyian sang malam
... yang menyatu dalam jiwaku .

Cakrawalamu hanyutkan hatiku
di saat semua harus ku nikmati
tanpa senyummu yang menghiasi
dalam jiwaku .
Sajian sinarmu tiada berpijar
dan kini seperti apa yang ku rasakan
redup tanpa senyuman .







~ Aku Dan Malam ~

Tirai kesunyian telah bertandang
menghadirkan lukisan kelam
pada sang remang malam .
Saat raga dalam buaian
hanya berpeluk dengan bayangan
di hamparan muara kebisuan .

Segengam rindu telah tersusun
... untuk ku simpan dalam lenaku
dengan letih netra menyapa
di endapan sang mimpi malam
kidung asmara bertalu
sajikan irama mendayu
dalam altar kelambu bisu .

Saat nafas ini berhembus
hanya ku bisa meraih angan
tentangmu
Agar dalam bingkai malam
jiwaku menyatu bersama bayangmu
ku coba meraih dalam hampanya
namun tabis sunyi hanya tersenyum mesra .
Ia terus mengoda menyajikan kenangan dalam hayalan .

Aku dan malam adalah
cerita dalam kebisuan
Yang hanya bersandar dalam buaian
di saat semua jauh dalam gengaman.










TUHAN

Ya Allah…
Dimanakah ku harus berlabuh…
Saat semua dermaga menutup pintu,
Dan berkata “ ini bukan untukmu…”
“Segara menjauh karna disini bukan tempatmu….!!!”

Ya Allah…
Katakan padaku, dermaga untukku berlabuh…???
Agar ku segera menghela nafas kehidupan yang baru.
Sampai kapan ku harus arungi waktu,..
... Ku lelah Menunggu suatu yang tak pasti walau hanya Satu,..

Ya Allah …
Beri aku penerang jalan-Mu
Agar tak tersesat saat ku melaju,..
Kuatkan awak kapalku,
Saat badai menghalangi jalanku

Ya Allah …
Tetaplah disisiku,
Jangan Engkau menjauh dariku…
Karna ku mati tanpa hadir-Mu..








-AKU BUKAN MAYAT..

Diantara rindu yang memaksa,aku tersedak dalam hasrat

Diantara jerit ingin yang mengerat,aku hampir saja mengikat erat-erat

Aku rindu hangat,sungguh bukan yang sesaat

Sungguh aku bukan malaikat yang sesat

... Sungguh cintamu menjerat

Aku sekarat

Aku sekarat

Sungguh rinduku padamu semakin lama semakin berkarat

Karena sungguh cintaku padamu tak bersyarat,meski kadang hatiku tersayat

Aku tetap mencintaimu sampai hari kiamat..

-Arie Satria Pratama..



terttgggggsek-Untukmu..

Kutatap bayangmu dalam lamunanku,
Rasanya usai ku berlalu,
Mengubur rasa yang tersisa,
Adalah ketidakberdayaan,

Memeluk rindu adalah pilu,
Mengais kasih adalah sunyi,
Pada tebing tinggi,
... Jiwa di keabadian,

Usai sudah langkahku,
Pada kekokohan diri,
Pada keyakinan hati yang tercabik,
Pada kepercayaan yang tersia,

Biar waktu mengalirkan resahku,
Membentuk anak sungai diharibaanku,
Tempatku bermuara di kefanaan,
Tempatku bernaung di kehampaan,

Aku tak kan susuri hatiku,
Cukuplah ketiadaberdayaan ini,
Menggilasku dalam dentuman waktu,
Dalam bisingnya keramaian,

Aku kan beranjak pergi,
Dari hati yang tiada di kekuatan,
Aku kan berlalu,
Dihati yang bukan millikku,

Mungkin aku adalah kekerdilan,
Diantara egoku yang kosong,
Diantara keyakinan yang rapuh,
Yang tak memiliki apapun lagi,

Percikan senyummu diatas getirku,
Saat kau tak tahu siapa diriku,
Saat kau samar mengenalku,
Saat kau bimbang dengan cintamu,

Namun hati ini kan bersemi,
Menyimpan dirimu dalam cintaku,
Yang tiada terpahami,
Dan tiada pula kumengerti,

Bersatulah dirimu dalam keyakinanmu,
Tepikanlah diriku dijalanmu,
Jangan kau pandang getirnya hatiku,
Menyembunyikan semua rasaku,

Bahagiamu adalah kasih yang abadi,
Ketulusanmu adalah cinta yang suci,
Kasihmu kan selalu bersemi dihati,
Mengiringi di setiap waktuku yang tersisa.

-Arie Satria Pratama..